Pariaman, Humas – Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kota Pariaman melaksanakan kegiatan praktik pembuatan tape singkong sebagai bagian dari pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) tentang bioteknologi konvensional. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas IX dan dilaksanakan di lingkungan madrasah pada Rabu (20/1).
Bioteknologi konvensional merupakan pemanfaatan mikroorganisasi atau makhluk hidup secara langsung dan alami untuk menghasilkan produk bermanfaat bagi manusia,tanpa rekayasa genetik.
Dalam kegiatan tersebut, siswa mempelajari proses fermentasi singkong menggunakan ragi hingga menjadi tape. Proses ini merupakan contoh penerapan bioteknologi konvensional yang memanfaatkan mikroorganisme untuk menghasilkan produk pangan tradisional.
Guru IPA MTsN 2 Kota Pariaman , Suhaimi , menjelaskan bahwa praktik ini bertujuan agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui pembuatan tape singkong, siswa dapat memahami proses fermentasi dan peran mikroorganisme secara langsung,” ujarnya.
Para siswa tampak antusias saat mengupas, mencuci, mengukus singkong, hingga menaburkan ragi sebelum proses fermentasi. Setelah disimpan selama dua hingga tiga hari, tape singkong siap dikonsumsi dan dinilai hasilnya.
Kepala madrasah , H,Zalkhairi berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kreativitas dan keterampilan siswa, serta mengenalkan potensi produk pangan tradisional berbasis bioteknologi. Selain sebagai pembelajaran, produk tape singkong ini juga berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan kewirausahaan siswa.
Hasil tape singkong yang telah jadi kemudian diamati dan dicicipi oleh siswa dengan pengawasan guru. Siswa juga diminta mencatat perubahan yang terjadi selama proses fermentasi, seperti perubahan rasa, bau, dan tekstur singkong.
Melalui kegiatan pembuatan tape singkong ini, siswa madrasah diharapkan mampu memahami konsep bioteknologi konvensional secara lebih mendalam serta menghargai kekayaan pangan tradisional Indonesia.( mira )

Beri Komentar